Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Dinsdag, 19 Maart 2013

Menelusuri Bandung - Cianjur - Lampegan dengan Lori Wisata

Menelusuri Bandung - Cianjur - Lampegan dengan Lori Wisata

 

lpg1_resize
EVP Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT. KAI Ella Ubaidi (ketiga dari kanan) bersama dengan rombongan Kedutaan  Besar Belanda Doryn Wytema (pertama kanan) dan dari Erasmus Huis Bob Wardhana (pertama kiri) di dalam KA Argo Parahyangan sesaat sebelum berangkat menuju Bandung.
Jalur kereta api dari Jakarta menuju Bandung mengingatkan kita akan peristiwa sejarah yang terjalin antara Belanda dan Indonesia. Peninggalan kolonial ini, seperti: rel, stasiun, jembatan, terowongan, rumah dinas, bahkan gudang penyimpanannya menyisakan suatu kisah sejarah yang bergelora pada masa itu. Bangunan dan jalur perkeretapiaan ini dapat dijadikan wisata sejarah yang memikat. Maka dari itu, Unit Pelestarian dan Benda Bersejarah PT KAI (Persero) menjalin kerja sama dengan Kedutaan Belanda dan Erasmus Huis untuk memperkenalkan pariwisata di daerah tersebut, serta kedepannya akan menyelenggarakan pameran di Belanda mengenai perkeretaapian di Indonesia. Pada tanggal 20 – 21 Februari 2012, PT. KAI menjalankan progam wisata sejarah dan budaya bersama pihak Kedutaan Belanda serta Erasmus Huis yang berlangsung di Bandung, Cianjur, Lampegan dan Gunung Padang.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan menggunakan kereta api Argo Parahyangan menyusuri jalur antara Jakarta - Purwakarta - Bandung yang dibangun tahun 1900 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staats Spoorwegen. jembatan Cibisoro, jembatan Cisomang, jembatan Cikubang, terowongan Sasaksaat, serta stasiun dan bangunan pendukung yang masih asli merupakan beberapa bangunan bersejarah yang terdapat di lintas ini, pemandangan pegunungan dan lintas yang berkelok-kelok menambah ragam keindahan yang dapat dinikmati.
Setelah tiba di Bandung, rombongan mengunjungi areal Graha Parahyangan yang dahulu digunakan sebagai rumah dinas pejabat kereta api, kini berfungsi sebagai gallery dan museum. Gallery dan museum ini menampilkan beberapa koleksi dan informasi perkeretaapian yang digunakan pada masa lalu.
lpg3_resize
VP Bangunan Heritage PT. KAI Bidjak Filsadjati yang menemani selama kunjungan berlangsung sedang menerangkan kegunaan dari salah satu alat hitung yang dipamerkan di Museum Kereta Api Graha Parahyangan.
Keesokan harinya (21/02), rombongan mengunjungi bunker arsip yang terdapat di Kantor Pusat PT. KAI, dalam kesempatan ini perwakilan dari Erasmus Huis Bob Wardhana terkesan terhadap arsip-arsip milik PT. KAI yang masih ada dan tersimpan dengan baik, kedepannya akan dilakukan kerjasama antara PT. KAI dengan Erasmus Huis mengenai pendataan arsip yang semuanya menggunakan berbahasa Belanda.
lpn4_resize
VP Non Bangunan PT. KAI Trenggono Adi (kanan) menjelaskan tentang peta dan arsip lama yang terdapat di bunker arsip kantor pusat PT. KAI Bandung.
Setelah mengunjungi bunker arsip dan Kantor Pusat PT. KAI, rombongan memulai perjalanan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Cianjur dengan menggunakan kereta lori. Panorama alam yang memukau, sawah-sawah membentang luas, lembah hijau, pegunungan menjulang dan gemiricik sungai yang mengalir di bawah jembatan, dapat dinikmati di sepanjang perjalanan. Beberapa stasiun-stasiun kecil yang masih terjaga bentuk aslinya dilewati lintasan kereta ini.
lpn5_resize
Lori berkapasitas 12 orang yang digunakan untuk wisata Bandung - Cianjur - Lampegan.

lpg6_resize
Pemandangan Sungai Citarum yang merupakan salah sungai purba di Jawa Barat serta jembatan kereta api yang dilewati lori wisata.
Stasiun dan terowongan Lampegan menjadi destinasi selanjutnya. Terlihat beberapa turis asing dan lokal yang berkunjung untuk melihat stasiun dan terowongan ini. Terowongan Lampegan dibangun melalui bukit kapur. Terowongan Lampegan yang dibangun pada tahun 1879-1882, direnovasi pada tahun 2010 karena terowongan ini pernah runtuh.
lpn8_resize
Terowongan Lampegan yang menjadi salah satu tujuan wisata, terowongan ini dibangun pada tahun 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS).
Salah satu tempat wisata menarik yang berada di dekat Stasiun Lampegan yaitu situs Megalitik Gunung Padang. Perjalanan menuju situs Gunung Padang dapat dilalui dengan kendaraan roda empat. Untuk sampai di situs, pendakian dilalui dengan jalur tangga yang baru. Jajaran batu yang tersusun indah, berupa punden berundak ini, dahulu digunakan sebagai tempat peribadatan.
lpg9_resize
Obyek Wisata Megalitik Gunung Pandang yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Lampegan.

lpg7_resize
Rombongan sedang dijelaskan tentang obyek wisata megalitik Gunung Pandang oleh pemandu wisata.
Jalur kereta api antara Cianjur - Lampegan ini sudah selesai diperbaiki, namun belum diaktifkan karena masih ada beberapa kekurangan, kedepannya jalur ini akan dikembangkan sebagai jalur wisata dari Bandung - Cianjur - Lampegan - Sukabumi.
lpn7_resize
Rombongan lori wisata yang terdiri dari Unit Heritage PT. KAI, PT. KAI DAOP 2 BD, Kedutaan Belanda, Erasmus Huis, dan Planologi ITB Bandung berfoto bersama di depan Stasiun Cianjur.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking